Thursday, February 7, 2019

Ceritakan Pada Allah Meski Kau Tak Mampu Berkata-kata





Sebenernya ini kali pertama aku post tulisan yang menurut aku ini tulisan yang paling bagus tersebab untuk perasaan atau iman kita lagi turun. Ketika harap tak sesuai nyata, ketika kesedihan tak terbendung lagi, ketika kita tak tau lagi hidup yang paling menderita. Oke, selamat membaca
Jika kamu sedang sedih, apapun sebabnya, tentu tak ingin kamu simpan sendiri. Orang yang paling kamu cari adalah yang paling dekat denganmu. Kenapa? Karena yang terdekat adalah yang terfaham terhadap dirimu. Kamu berharap ia memberimu udzur atas kesedihanmu. Orang asing  tak memahami. Tapi apa kamu yakin, bahwa orang terdekatmu itu selalu faham 100% maksudmu? Ternyata tidak selalu. Begitulah manusia. Iya, begitulah manusia. Tidak semua hal terfahami oleh manusia. Kadang hal mudah sulit difahami. Kadang hal sulit mudah difahami. Jika kamu tahu bahwa manusia begitu, maka ke mana kamu pergi? Kepada Allah al-Aliim al-Khabiir kamu kembali.
Kembalikan pada-Nya. Ceritakan itu pada Allah. Jika itu karena salahmu, akuilah. itu salahmu. Jikapun kamu tak mau mengaku, kamu tahu Allah tahu segala detail salahmu. Tiada lagi celah menghindar. Jika itu bukan salahmu, maka ceritakan pada Allah.
Bahkan, ceritakan pada Allah meski kamu tak punya lagi kata yang tersisa...
Mungkin karena terlalu sedih atau memalukan...
 Mungkin karena memang kamu tak pandai merangkai kata...
      Kekasihmu kadang kecewa kamu tak pandai merangkai kata, tetapi Allah Ta'ala senang dengan taubat hamba-Nya  padahal yang dilakukan hamba bukan cerita, bukan berkisah, bukan bertutur kata, melainkan menangis menangis menangis semata. Melainkan  menumpahkan kejujuran kata lewat air mata. Tumpah semua. Di depan Rabbnya bersimpuh. Mengakui itu semua. Ceritakan pada Allah meski yang bisa kamu berikan hanyalah air mata. Kadang, tetesan air mata lebih punya makna dibandingkan sekadar kata.
Allah Maha Tahu...
      Jumlatan wa tafshila, global dan terperinci, segala proposalmu. Dia Maha Tahu bait-bait di qalbumu. Kamu ingin apa, Dia Tahu. Kamu benci apa, Dia Tahu. Kamu bersungguh atau berpura-pura, Dia Tahu. Tapi Dia ingin agar kamu bersegera mengangkat tangan berhadapan dengan wajah bernodamu itu. Dia ingin kamu menulis proposal permohonan pada-Nya melalui lisan maupun tangisan. Dia ingin kamu membuktikan cintamu pada-Nya setelah Dia selalu membuktikan bahwa Dia selalu peduli padamu. Dia selalu memperhatikanmu. Dia menyembuhkanmu saat sakitmu. Dia memberikan pelangimu kembali setelah hujanmu. Jika kamu jujur, dan tak satu pun makhluk mempercayaimu, maka al-Khaliq tahu kejujuranmu. Jikapun Allah al-Qahhar sudah memutuskan keindahan masa depan untukmu kelak, maka tak satu pun bisa atau bermandat menghalangi keputusannya, meskipun seluruh makhluk bersepakat menghalangi.
Karena sebenarnya cinta-Nya yang harus kamu kejar, bukan cinta selain-Nya. Maka katakan cintamu pada-Nya jika memang jujur, dan takutlah jika kamu bohong. Makhluk bisa saling membohongi satu sama lain. Namun makhluk tak bisa membohongi Khaliqnya. Barangsiapa berbohong kepada-Nya, ia sedang membohongi dirinya sendiri. Ceritakan pada Allah meski baru bisa setitik air mata.
By: Ustadz Hasan Al Jaizy

­-GFJtigahurufsaja

Tuesday, January 29, 2019

Satu Hari Di Bulan Januari (ada yang berbeda)





“Tak semua cinta, kasih terus mengalir dan di rasa. Semua akan terhenti oleh takdir”



Ada hal yang membuatku istimewa setiap bertemu Januari, entah itu hari atau apapun yang berhubungan dengan aktivitas di dalamnya. Mungkin barangkali, semua orang mempunyai bahkan mem ‘specialkan’ hari yang menurutnya istimewa. Kehadirannya membuat ku terus semangat menyambutnya. Kali ini satu hari ini di bulan Januari tampak berbeda.

Berbeda, rasanya sangat berbeda kali ini. Bagaimana tidak hari pengharapan dan pengsyukuran atas sebuah bertambahnya angka dalam hidup tak ada lagi seseorang yang sangat berarti dalam hidup. Sosok itu hilang, yang selalu aku banggakan dengan hebat. Ayah. . .

Ayah, aku tak tau bahwa takdir dan semesta ini berkata lain. Rasanya aku ingin menghardik takdir kala itu setelah kau meninggalkan aku. Memang benar tak semua cinta, kasih terus mengalir dan di rasa. Semua akan terhenti oleh takdir.
Masih teringat jelas, setiap di ujung akhir Januari ini kau tampak bersemangat menyambut hari yang aku ‘istimewa’ kan. Aku tak pernah melihat mu bersemangat seperti bak melihat pengharapan lain dalam hidupmu.

Rasanya kali ini berbeda, rasa suara hati ini meneriaki diri bahwa ini sangat menyakitkan terlepas dari kebersykuranku atas takdir lain. Memang benar, setiap orang pantas terluka dengan luka yang menganga, pantas terjatuh dengan luka yang sangat dalam bahkan pantas menyalahkan diri ketika kehidupan tak berjalan sesuai porsi.

Sesal dan keluh seolah menumpuk di pikiran. Mengapa semua seperti ini? Mengapa akhir Januari ini berbeda? Mengapa takdir dan semesta teramat kejam?
Kalimat-kalimat negative itulah yang memenuhi kepalaku beberapa waktu silam. Aku merasa lemah dengan selalu merendahkan diri bahkan menghardik takdir.

Hingga akhirnya Allah menguatkan ku akan jalan hidup yang aku jalani. Memang tak apa kali ini ‘Hari bertambahnya umur’ tak ada sosok hebat. Tapi Allah mengirimkan orang-orang hebat, orang-orang yang menyayangiku melebihi yang aku butuhkan. Meskipun, wajah dan perasaan ini selalu bertentangan. Wajah ini seakan topeng. Wajah yang aku tunjukan ini belum tentu representasi dari kondisi jiwa. Yah, aku menipu mereka. Menipu diri sendiri demi terlihat bahagia di hari yang bahagia.

Karena, sekali lagi terlepas dari itu aku sangat bersyukur pada Maha Kuasa ketika semua hal terjadi dalam hidup adalah pelajaran yang mahal, sangat berharga. Proses pendewasaan diri dan pengalaman hidup tak semua orang miliki adalah sebuah “KADO TERINDAH” yang di berikan Allah di Tahun 2019 pada 30 Januari ini.

Terakhir,
Hari ini 30 Januari, terima kasih kau menjadi ‘Manusia’ yang bersedia tumbuh di bawah sinar terik ini.
Untuk diriku, terima kasih telah menjadi kuat untuk diri ini dan tentunya orang-orang di sekitar mu. Terlepas dari takdir yang kala itu menurutmu sangat beringas, menghempaskan kebahagiaan.
Terima kasih, menjadi seorang yang percaya pada-Nya seolah semua alur hidup kemarin yang sangat menyeramkan dan banyak luka mengaga yang menggoreskan sisi dirimu itu adalah takdir indah dan pendewasaan diri . Meskipun kamu berontak sekuat tenaga apa alasan akan dibalik itu.
Terima kasih kau semakin kuat menjadi putri Ayahmu, menjadi bahagia disaat sosok hebat itu tak ada lagi disampingmu. Kamu semakin kuat menghapus semua luka itu dengan sendiri meskipun kamu sangat kesakitan.
Dan ingat ini, Ayahmu pasti ingin melihat putri kecilnya yang dulu ia gendong kala datang manjanya akan terus tumbuh menjadi putri yang dewasa yang kuat dan sangat kuat yang akan menghadapi hari-hari kedepan yang penuh lubang kesakitan. Bahkan akan lebih jauh menyeramkan, semoga kamu tetap tegar dan percaya terhadap-Nya akan takdir manis.
Sekali lagi, selamat bertambah umur ya. Semoga hidup mu bahagia.

By: GFJtigahurufsaja




Entri yang Diunggulkan

NGETRIP LOW BUDGETT!!!!!

Assalamualaikum gaisss, Nih vlog pertama sama sobat ambyarr. Ini aku buat jauhh sebelum adanya Covid-19 ya dan larangan social distancin...