Sunday, December 29, 2019
Thursday, February 7, 2019
Ceritakan Pada Allah Meski Kau Tak Mampu Berkata-kata
Sebenernya ini
kali pertama aku post tulisan yang menurut aku ini tulisan yang paling bagus
tersebab untuk perasaan atau iman kita lagi turun. Ketika harap tak sesuai
nyata, ketika kesedihan tak terbendung lagi, ketika kita tak tau lagi hidup
yang paling menderita. Oke, selamat membaca
Jika kamu
sedang sedih, apapun sebabnya, tentu tak ingin kamu simpan sendiri. Orang yang
paling kamu cari adalah yang paling dekat denganmu. Kenapa? Karena yang
terdekat adalah yang terfaham terhadap dirimu. Kamu berharap ia memberimu udzur
atas kesedihanmu. Orang asing tak
memahami. Tapi apa kamu yakin, bahwa orang terdekatmu itu selalu faham 100%
maksudmu? Ternyata tidak selalu. Begitulah manusia. Iya, begitulah manusia.
Tidak semua hal terfahami oleh manusia. Kadang hal mudah sulit difahami. Kadang
hal sulit mudah difahami. Jika kamu tahu bahwa manusia begitu, maka ke mana
kamu pergi? Kepada Allah al-Aliim al-Khabiir kamu kembali.
Kembalikan
pada-Nya. Ceritakan itu pada Allah. Jika itu karena salahmu, akuilah. itu
salahmu. Jikapun kamu tak mau mengaku, kamu tahu Allah tahu segala detail
salahmu. Tiada lagi celah menghindar. Jika itu bukan salahmu, maka ceritakan
pada Allah.
Bahkan, ceritakan pada Allah
meski kamu tak punya lagi kata yang tersisa...
Mungkin karena terlalu sedih
atau memalukan...
Mungkin karena memang kamu tak pandai
merangkai kata...
Kekasihmu
kadang kecewa kamu tak pandai merangkai kata, tetapi Allah Ta'ala senang dengan
taubat hamba-Nya padahal yang dilakukan
hamba bukan cerita, bukan berkisah, bukan bertutur kata, melainkan menangis
menangis menangis semata. Melainkan
menumpahkan kejujuran kata lewat air mata. Tumpah semua. Di depan
Rabbnya bersimpuh. Mengakui itu semua. Ceritakan pada Allah meski yang bisa
kamu berikan hanyalah air mata. Kadang, tetesan air mata lebih punya makna
dibandingkan sekadar kata.
Allah Maha Tahu...
Jumlatan
wa tafshila, global dan terperinci, segala proposalmu. Dia Maha Tahu bait-bait
di qalbumu. Kamu ingin apa, Dia Tahu. Kamu benci apa, Dia Tahu. Kamu bersungguh
atau berpura-pura, Dia Tahu. Tapi Dia ingin agar kamu bersegera mengangkat
tangan berhadapan dengan wajah bernodamu itu. Dia ingin kamu menulis proposal
permohonan pada-Nya melalui lisan maupun tangisan. Dia ingin kamu membuktikan
cintamu pada-Nya setelah Dia selalu membuktikan bahwa Dia selalu peduli padamu.
Dia selalu memperhatikanmu. Dia menyembuhkanmu saat sakitmu. Dia memberikan
pelangimu kembali setelah hujanmu. Jika kamu jujur, dan tak satu pun makhluk
mempercayaimu, maka al-Khaliq tahu kejujuranmu. Jikapun Allah al-Qahhar sudah
memutuskan keindahan masa depan untukmu kelak, maka tak satu pun bisa atau
bermandat menghalangi keputusannya, meskipun seluruh makhluk bersepakat
menghalangi.
Karena
sebenarnya cinta-Nya yang harus kamu kejar, bukan cinta selain-Nya. Maka
katakan cintamu pada-Nya jika memang jujur, dan takutlah jika kamu bohong.
Makhluk bisa saling membohongi satu sama lain. Namun makhluk tak bisa
membohongi Khaliqnya. Barangsiapa berbohong kepada-Nya, ia sedang membohongi dirinya
sendiri. Ceritakan pada Allah meski baru bisa setitik air mata.
By: Ustadz Hasan Al Jaizy
-GFJtigahurufsaja
Tuesday, January 29, 2019
Satu Hari Di Bulan Januari (ada yang berbeda)
![]() |
“Tak
semua cinta, kasih terus mengalir dan di rasa. Semua akan terhenti oleh takdir”
|
Ada hal yang membuatku istimewa setiap bertemu Januari, entah itu
hari atau apapun yang berhubungan dengan aktivitas di dalamnya. Mungkin
barangkali, semua orang mempunyai bahkan mem ‘specialkan’ hari yang menurutnya
istimewa. Kehadirannya membuat ku terus semangat menyambutnya. Kali ini satu
hari ini di bulan Januari tampak berbeda.
Berbeda, rasanya sangat berbeda kali ini. Bagaimana tidak hari
pengharapan dan pengsyukuran atas sebuah bertambahnya angka dalam hidup tak ada
lagi seseorang yang sangat berarti dalam hidup. Sosok itu hilang, yang selalu
aku banggakan dengan hebat. Ayah. . .
Ayah, aku tak tau bahwa takdir dan semesta ini berkata lain. Rasanya
aku ingin menghardik takdir kala itu setelah kau meninggalkan aku. Memang
benar tak semua cinta, kasih terus mengalir dan di rasa. Semua akan terhenti
oleh takdir.
Masih teringat jelas, setiap di ujung akhir Januari ini kau tampak
bersemangat menyambut hari yang aku ‘istimewa’ kan. Aku tak pernah melihat mu
bersemangat seperti bak melihat pengharapan lain dalam hidupmu.
Rasanya kali ini berbeda, rasa suara hati ini meneriaki diri bahwa
ini sangat menyakitkan terlepas dari kebersykuranku atas takdir lain. Memang
benar, setiap orang pantas terluka dengan luka yang menganga, pantas terjatuh
dengan luka yang sangat dalam bahkan pantas menyalahkan diri ketika kehidupan
tak berjalan sesuai porsi.
Sesal dan keluh seolah menumpuk di pikiran. Mengapa semua seperti
ini? Mengapa akhir Januari ini berbeda? Mengapa takdir dan semesta teramat
kejam?
Kalimat-kalimat negative itulah yang memenuhi kepalaku beberapa
waktu silam. Aku merasa lemah dengan selalu merendahkan diri bahkan menghardik
takdir.
Hingga akhirnya Allah menguatkan ku akan jalan hidup yang aku
jalani. Memang tak apa kali ini ‘Hari bertambahnya umur’ tak ada sosok hebat. Tapi
Allah mengirimkan orang-orang hebat, orang-orang yang menyayangiku melebihi
yang aku butuhkan. Meskipun, wajah dan perasaan ini selalu bertentangan. Wajah
ini seakan topeng. Wajah yang aku tunjukan ini belum tentu representasi dari
kondisi jiwa. Yah, aku menipu mereka. Menipu diri sendiri demi terlihat bahagia
di hari yang bahagia.
Karena, sekali lagi terlepas dari itu aku sangat bersyukur pada Maha
Kuasa ketika semua hal terjadi dalam hidup adalah pelajaran yang mahal, sangat
berharga. Proses pendewasaan diri dan pengalaman hidup tak semua orang miliki
adalah sebuah “KADO TERINDAH” yang di berikan Allah di Tahun 2019 pada 30
Januari ini.
Terakhir,
Hari ini 30 Januari, terima kasih kau menjadi ‘Manusia’ yang
bersedia tumbuh di bawah sinar terik ini.
Untuk diriku, terima kasih telah menjadi kuat untuk diri ini dan
tentunya orang-orang di sekitar mu. Terlepas dari takdir yang kala itu
menurutmu sangat beringas, menghempaskan kebahagiaan.
Terima kasih, menjadi seorang yang percaya pada-Nya seolah semua
alur hidup kemarin yang sangat menyeramkan dan banyak luka mengaga yang
menggoreskan sisi dirimu itu adalah takdir indah dan pendewasaan diri .
Meskipun kamu berontak sekuat tenaga apa alasan akan dibalik itu.
Terima kasih kau semakin kuat menjadi putri Ayahmu, menjadi bahagia
disaat sosok hebat itu tak ada lagi disampingmu. Kamu semakin kuat menghapus semua
luka itu dengan sendiri meskipun kamu sangat kesakitan.
Dan ingat ini, Ayahmu pasti ingin melihat putri kecilnya yang dulu
ia gendong kala datang manjanya akan terus tumbuh menjadi putri yang dewasa
yang kuat dan sangat kuat yang akan menghadapi hari-hari kedepan yang penuh
lubang kesakitan. Bahkan akan lebih jauh menyeramkan, semoga kamu tetap tegar
dan percaya terhadap-Nya akan takdir manis.
Sekali lagi, selamat bertambah umur ya. Semoga hidup mu bahagia.
By: GFJtigahurufsaja
Subscribe to:
Comments (Atom)
Entri yang Diunggulkan
NGETRIP LOW BUDGETT!!!!!
Assalamualaikum gaisss, Nih vlog pertama sama sobat ambyarr. Ini aku buat jauhh sebelum adanya Covid-19 ya dan larangan social distancin...
-
MELUKIS SEBUAH ARTI KEBERSAMAAN Sebagai makhluk sosial, kita tidak dapat lepas dari intertaksi. Berinteraksi dan bersosialisasi me...
-
#17 Perubahan & Harapan Ya seperti biasanya, aku bangun tidur pagi-pagi. Menyambut mentari pagi yang membuat hariku menjadi lebi...

